–·•Ο•·–الْفَاعِلُ الَّذِي كَمَرْفُوعَيّ أَتَى ¤ زَيْدٌ مُنِيْرَاً وَجْهُهُ نِعْمَ الْفَتَى
Yang
disebut Fa’il adalah seperti kedua lafazh yg dirofa’kan dalam contoh: “ATAA
ZAIDUN MUNIIRON WAJHUHU NI’MAL FATAA = zaid datang dengan berseri-seri wajahnya
seorang pemuda yg beruntung”.
Yakni, (1). Fa’il yg dirofa’kan oleh fi’il
mutashorrif atau oleh fi’il jamid seperti contoh “ATAA ZAIDUN dan NI’MAL FATAA”.
(2). Fa’il yg dirofa’kan oleh syibhul fi’li/serupa pengamalan fi’il seperti
contoh: MUNIIRON WAJHU HU
–·•Ο•·– |
Pengertian Fa’il menurut bahasa adalah: yang mengerjakan pekerjaan (subjek), contoh:
كتب الطالبُ
KATABA ATH-THOOLIBU = siswa menulis
مات زيد
MAATA ZAIDUN = zaid
meninggal dunia
Pengertian Fa’il menurut istilah adalah : ISMUN AL-MUSNAD ILAIHI
FI’LUN ‘ALAA THORIIQOTI FA’ALA AW SYIBHU HU. Artinya: Isim yang
dimusnadi oleh Fi’il atas jalan FA’ALA (Fi’il Mabni Ma’lum) atau disandari oleh
Serupa Fi’il.Penjelasan Definisi:
ISMUN = Kalimah Isim : Mencakup Isim yang Shorih, berupa Isim Zhohir dan Isim Dhamir.
Contoh Fa’il Isim Zhohir:
قام زيد
Zaid berdiri
Contoh Fa’il Isim Dhamir:
قمـت
Aku berdiri
Juga mencakup Isim Mu’awwal yaitu kalimat yg
ditakwil masdar, berupa jumlah ANNA beserta Isim dan Khobarnya, atau AN
Masdariyah beserta Fi’ilnya, atau MAA Masdariyah beserta Fi’ilnya.
Contoh: Fa’il Isim Mu’awwal dari jumlah ANNA +
Isimnya + Khobarnya:
أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ
Dan apakah
tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah
menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran).. (Al-’Ankabuut :
51)
Contoh: Fa’il Isim Mu’awwal dari jumlah AN
Masdariyah + Fi’il:
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ
Belumkah
datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka
mengingat Allah (Al-Hadiid : 16)
Contoh: Fa’il Isim Mu’awwal dari jumlah MAA
Masdariyah + Fi’il, dalam Sya’ir:
يسر المرء ما ذهب الليالي # وكان ذهابهن له ذهابا
Kepergian banyak malam menggembirakan seseorang
(contoh pesta ulang tahun), padahal kepergian malam itu baginya adalah kepergian
umur.
AL-MUSNAD ILAIHI FI’LUN = yang dimusnadi oleh Fi’il : Baik
oleh Fi’il Mutashorrif seperti pada contoh-contoh diatas atau dimusnadi oleh
Fi’il Jamid:
Contoh Fa’il dimusnadi oleh Fi’il jamid:
نِعْمَ العبدُ
NI’MA AL-’ABDU = sebaik-baik hamba.
Keluar dari definisi “dimusnadi oleh Fi’il”
apabila dimusnadi oleh Jumlah, maka tidak dinamakan Fa’il tapi dinamakan
Mubtada’.
Contoh Isim yg dimusnadi oleh Jumlah bukan
dinamakan Fa’il tapi Mubtada’:
وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
Dan Allah menurunkan dari langit air
(hujan) .. (An-nahl : 65)
‘ALAA THORIIQOTI FA’ALA = atas jalan FA’ALA (Fi’il Mabni
Ma’lum): Yakni menggunakan susunan Fi’il Mabni Ma’lum. Keluar dari
definisi ini penggunaan susunan Fi’il Mabni Majhul, maka musnad ilaihnya tidak
dinamakan Fa’il tapi dinamakan Naibul Fa’il.
Contoh Isim yg dimusnadi oleh Fi’il Mabni Majhul,
bukan dinamakan Fa’il tapi Naibul Fa’il:
كتب الكتاب
KUTIBA AL-KITAABU = kitab
itu telah ditulis
AW SYIBHU HU = atau dimusnadi oleh Serupa Fi’il :
Yakni lafazh yg beramal seperti Fi’il, seperti Isim Fa’il, Sifat Musyabbahah,
Isim Tafdhil, dan lain-lain.
Contoh Isim yg dimusnadi oleh Isim Fa’il:
أداخلٌ صالحٌ المسجدَ
Apakah Sholeh yang masuk masjid?
Contoh Isim yg dimusnadi oleh Sifat
Musyabbahah:
زيد حسن وجهه
Zaid tampan
wajahnya
Contoh Isim yg dimusnadi oleh Isim Tafdhil:
العلمُ أفضلُ من المال
Ilmu lebih
utama daripada harta *
* pada contoh lafaz AFDHOLU menyimpan Fa’il berupa
Isim Dhamir Mustatir