–·•Ο•·–
المفعول المطلق
BAB MAF’UL
MUTHLAQ
اَلْمَصْدَرُ اسْمُ مَا سِوَى الزَّمَانِ مِنْ ¤ مَدْلُولَيِ الْفِعْلِ كَأَمْنٍ مِنْ أَمِنْ
MASHDAR
adalah isim yang selain menunjukkan zaman dari dua penunjukan Fi’il (yakni yang
menunjukkan pada huduts = kejadian). Seperti lafazh AMNI masdar dari Fi’il
lafazh AMINA
بِمِثْلِهِ أَوْ فِعْلٍ أوْ وَصْفٍ نُصِبْ ¤ وَكَوْنُهُ أَصْلاً لِهذَيْنِ انْتُخِبْ
MASDAR
dinashobkan oleh serupanya atau oleh FI’IL atau oleh SHIFAT. Keberadaan MASDAR
dipilih sebagai bentuk asal bagi keduanya ini.
–·•Ο•·– |
- Huduts (kejadian)
- Zaman (waktu)
بذل الغني ماله في الخير
BADZALA AL-GHONIYYU MAALAHUU FIL-KHOIRI* = orang kaya itu telah mendermakan hartanya di
dalam kebaikan.
* Lafal
“BADZALA” adalah Kalimah Fi’il/Kata Kerja, menunjukkan dua hal: kejadian
pendermaan dan waktu pendermaan, yakni kejadian pada waktu lampau karena berupa
Fi’il Madhiy.
Selanjutnya, kalau kita mengatakan:بذل المال في الخير نفع لصاحبه
BADZLUL-MAALI FIL-KHOIRI NAF’UN LI SHOOHIBIHII
*= mendermakan harta di dalam kebaikan
adalah kemanfaatan bagi si empunya harta.
* lafal
“BADZLU” adalah kalimah Isim yang menunjukkan kejadian pendermaan tanpa
penunjukan waktu, demikian juga pada lafal “NAF’UN”. Maka setiap Isim yang
mencocoki terhadap Fi’il di dalam hal sama-sama menunjukkan kejadian akan tetapi
berbeda karena tidak menunjukkan zaman, maka Isim tersebut dinamakan ISIM
MASDAR. Jadi:
Pengertian Isim Mashdar adalah: Isim yang menunjukkan pada
kejadian yang terlepas dari zaman.Di sini Kiyai Mushonnif menyusun Bab tentang Maf’ul Muthlaq, beserta beliau mendefinisikan Isim Masdar pada awal Bait. Tiada lain karena Maf’ul Mutlaq umumnya terbuat dari Isim Mashdar. Ada juga yg tidak berupa Isim Masdar insyaAllah akan dijelaskan pada bait-bait selanjutnya.
Contoh Maf’ul Mutlaq berupa Isim Mashdar :
انتصر الحق انتصاراً
INTASHORO AL-HAQQU INTISHOORON = yang hak telah memperoleh kemenangan
dengan sebenar-benar
kemenangan.
Pengertian Maf’ul Muthlaq adalah: Isim yang dinashobkan
sebagai pengokohan (taukid lafzhi) terhadap Amilnya atau menerangkan macamnya
atau bilangannya.Contoh Mashdar Maf’ul Muthlaq sebagai taukid:
ضربت ضربا
DHOROBTU DHORBAN = aku telah memukul dengan sebenar-benar pukulan
Contoh Mashdar Maf’ul Muthlaq penerangan jenis/macamnya:سرت سير زيد
SIRTU SAIRO
ZAIDIN = aku berjalan semacam jalannya
Zaid.
Contoh Mashdar Maf’ul Muthlaq penerangan jumlah:ضربت ضربتين
DHOROBTU DHORBATAINI = aku memukul sebanyak dua pukulan.
Hukum Masdar dalam hal ini adalah nashob, baik amil yg
menashobkan berupa Isim Mashdar, Fi’il, atau Sifat.Contoh Masdar dinashobkan oleh ISIM MASDAR :
فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا
maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah
balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan
yang cukup. (Al-Isro’ : 16)
Contoh Mashdar dinashobkan oleh FI’IL:وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا
sedang orang-orang yang mengikuti hawa
nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling
dengan berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (An-Nisa’ : 27)
Contoh Masdar dinashobkan oleh SHIFAT:وَالصَّافَّاتِ صَفًّا
Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan
sebenar-benarnya. (Ash-Shooffaat : 1)
Menurut pendapat yg masyhur dan rojih: Isim Mashdar merupakan bentuk asal
dari semua Kalimah Musytaq, baik Fi’il, Isim Fa’il, Isim Maf’ul, Sifah
Musyabbahah, Isim Tafdhil, Isim Zaman, Isim Makan, Isim alat, semua itu dibentuk
dari asal Isim Masdar. Contoh Isim Fa’il lafaz “AL-QOOIMU” hasil bentukan dari
Masdar lafaz “AL-QIYAAMU”. Contoh Isim Alat lafaz “AL-MIFTAAHU” hasil bentukan
dari Masdar lafaz “AL-FATHU” dan seterusnya.